Selasa, 27 Juni 2006

BISANYA MENGIKAT

“Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang,
tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.”

Matius 23:4

 

Menurut pendapat beberapa orang, manusia memiliki beragam karakter yang akhirnya menjadi tipe seseorang.  Ada tipe orang yang hanya dapat ngomong tapi tidak dapat melakukan. Begitu juga sebaliknya.  Lalu orang berkata bahwa itulah spesialisasinya.

Jika konteks ini kita tarik dalam konteks pelayanan maka kita tidak ada bedanya dengan kaum farisi dan kelompok ahli taurat yang dicela oleh Tuhan Yesus dengan berkata: “mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.”

Mungkin dalam satu pelayanan, kita cakap dalam memberikan ide.  Dan mungkin saja ide itu sesuatu yang sungguh cemerlang.  Tetapi jika kita sendiri tidak mampu untuk menjalaninya, kita sama saja dengan mengikat beban-beban berat dan meletakkannya di pundak orang lain.

Seorang pelayan yang baik, apabila bukan hanya cakap dalam berpikir dan bertutur kata.  Tetapi, cakap juga dalam hal berbuat.  Tuhan Yesus ketika berkata pikul salibmu sendiri,  Ia sendiri memberikan teladan bagaimana harus menanggung sebuah resiko dari apa yang Ia ucapkan.  Tuhan tidak terlalu menginginkan kita menjadi perencana ulung.  Tetapi yang Tuhan inginkan, kita menjadi pelaku-pelaku yang hebat. (ptr).