Senin, 26 Juni 2006
AWAL DAN AKHIR PERKATAAN
“Awal perkataan yang
keluar dari mulutnya adalah kebodohan,
dan akhir bicaranya adalah kebebalan yang mencelakakan.”
Pengkhotbah 10:13
Saya memiliki seorang
tetangga yang dikenal baik dan kelihatannya terdidik. Suatu ketika, dia ditegur oleh seorang yang sudah tua karena
sesuatu hal. Tetangga saya ini tidak dapat terima. Dengan kata-kata kasar, ia
kembali memarahi orang tua tersebut. Bahkan
mengeluarkan kata-kata kasar yang cenderung tidak sopan untuk didengar.
Kisah
di atas memberikan gambaran bahwa orang yang terdidik, dapat juga dikatakan
bodoh apabila sikap dan tindakannya tidak menunjukkan sikap orang terdidik.
Seringkali, banyak bicara dan pintar membual dianggap sebagai tindakan
pintar. Tidak disadari bahwa sebenarnya, banyak bicara dan pintar
membual adalah sebuah gambaran orang yang bodoh.
Seseorang
dianggap bodoh apabila perkataan yang keluar dari mulutnya hal-hal yang bodoh
yang pada akhirnya mencelakakan, baik
orang lain maupun diri sendiri. Orang
bodoh seringkali cepat memberikan reaksi dari sebuah aksi.
Apalagi aksi tersebut seolah-olah merugikan dirinya sendiri.
Atau aksi tersebut seolah-olah meremehkan dirinya sendiri.
Orang bodoh tidak pernah berpikir dampak dari sebuah perkataan.
Dan orang bodoh tidak pernah menimbang wajar tidaknya sebuah perkataan
yang diucapkan. Untuk itu,
janganlah kelihatan bodoh dengan tindakan-tindakan yang kelihatannya pintar.
Tetapi jadilah bijak dalam segal hal.(ptr).