Jumat, 23 Juni 2006

TIDAK MEMBERONTAK

“Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.”

Yesaya 50:5

 

Setiap orang yang terpanggil untuk menjadi hambaNya, pasti akan dikaruniakan hal-hal yang berguna dalam pelayanannya.  Seperti Yesaya yang ditetapkan oleh Tuhan untuk menjadi hambaNya, dikaruniakan lidah yang dapat memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu (Yesaya 50:4) dan juga diberikan telinga untuk mendengar yang setiap pagi dipertajam oleh Tuhan kepadanya (Yesaya 50:4).

Karunia yang diberikan Tuhan kepada Yesaya, bukan tanpa resiko.  Setiap kali ia mendengar pesan Tuhan yang harus disampaikan kepada umatNya, ia wajib menyampaikannya.  Meskipun siksaan badan mendera tubuhnya ketika pesan yang disampaikan itu tidak disukai orang yang diberikan pesan.

Resiko ini tidak menyurutkan hati Yesaya untuk tidak melayani Tuhan.  Alkitab mencatat bahwa Yesaya tidak memberontak kepada Tuhan dan tidak berpaling ke belakang.  Maksudnya, Yesaya tidak mau mengingat-ingat hal-hal yang baik sebelum ia dipanggil menjadi hamba Tuhan.  Karena hal itu, hanya akan memicu dirinya untuk kecewa terhadap panggilannya.

Kita mungkin dalam posisi yang hampir sama dengan Yesaya.  Di mana, kita mengalami berbagai hal-hal yang tidak mengenakkan dalam pelayanan, ingat, jangan pernah memberontak dan jangan pernah berpaling ke belakang.  Karena apabila kita melakukan hal itu, kita akan dinista oleh Tuhan. (JMB).