Selasa, 13 Juni 2006
KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN
“Maka hendaklah sekarang
ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka,
agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada
keseimbangan.”
2 Korintus 8:14
Dalam satu kunjungan ke satu panti asuhan
anak-anak cacat yang ada di Pinang Ranti Kramat Jati, saya terpukau melihat
semangat hidup yang luar biasa yang ditunjukkan oleh penghuni panti tersebut.
Para penghuni panti tersebut, bukanlah
orang-orang biasa. Tetapi, mereka
adalah orang-orang yang memiliki cacat fisik dalam hal penglihatan.
Meskipun demikian, mereka dapat mengolah telor biasa menjadi telor asin.
Pekerjaan ini mereka lakukan, mulai dari membeli telor di pasar sampai
pada proses pengolahannya seperti memasak tanpa takut kena api atau telornya
hangus. Bukan hanya sampai di situ, mereka juga memasarkannya ke
pasar-pasar. Mereka memiliki
prinsip, hidup jangan membebani orang lain.
Ketika saya bertanya, bagaimana mereka dapat
menjalani semuanya ini? Mereka berkata bahwa kondisi mereka saat ini bukanlah
penghalang untuk tidak berbuat sesuatu. Mereka
berprinsip bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangan.
Dan kekurangan dalam diri, bukanlah alasan untuk menggantungkan hidup
kepada orang lain.
Saudara, jika kita adalah orang-orang yang
memiliki kesempurnaan dalam hal fisik, tetapi kehidupan kita senantiasa
bergantung kepada orang lain, tidakkah kita merasa malu kepada orang-orang
penghuni panti asuhan di atas?