Senin,
12 Juni 2006
BUKAN
LITURGIS SEMATA
“Jika
kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan
mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
1 Yohanes 1:9
Pengakuan dosa yang diucapkan dalam setiap
ibadah adalah sesuatu yang sangat positif dalam rangka mengingatkan jemaat untuk
senantiasa membereskan segala dosa yang diperbuat selama sepekan.
Tetapi, kita juga harus waspada karena mungkin saja pengakuan dosa yang
seringkali diikrarkan sudah tidak menggedor hati nurani lagi.
Ada sebuah gambaran yang dapat menjelaskan
bagaimana pengakuan dosa yang dijadikan sebagai bagian dari liturgis gereja,
sudah tidak berdampak lagi bagi mereka yang mengucapkannya.
Gambarannya adalah ibarat seseorang yang mengkonsumsi obat dalam dosis
yang sama secara terus menerus untuk menyembuhkan sebuah penyakit.
Mungkin waktu itu penyakitnya menjadi sembuh.
Tetapi pada saat orang tersebut mengalami sakit yang sama, dan dia
meminum obat yang sama, ia tidak akan sembuh dengan takaran dosis yang sama. Tetapi, mungkin saja, dosis yang lebih tinggilah yang akan
menyembuhkan penyakitnya.
Bahaya yang harus diwaspadai adalah apabila
pengakuan dosa hanya sebatas liturgis tanpa adanya pemahaman yang mendalam
tentang makna pengakuan dosa tersebut. Bahayanya
adalah, orang yang melakukan dosa akan beranggapan bahwa tidak apa-apa berbuat
dosa, toh nanti akan ada pengakuan dosa setiap Minggu dan setelah itu, pendeta
akan menyampaikan berita pengampunan dosa.
Karena itu waspadalah!!!. (Ponti Joe)