Minggu,
11 Juni 2006
TEPAT
PADA WAKTUNYA
“Apa
yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan
tidak pernah timbul dalam hati manusia:
semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
1
Korintus 2:9
Suatu kali, saya
(penulis) jatuh sakit dan dirawatinapkan di rumah sakit.
Sebagai hamba Tuhan, meskipun berbaring di tempat tidur, pikiran saya
menerawang ke mana-mana. Saya berpikir, bagaimana saya harus melunasi semua biaya rumah
sakit nantinya, sedangkan saya tidak mempunyai gaji tetap.
Lama saya berpikir. Akhirnya,
saya sampai pada satu titik pemikiran bahwa saya harus serahkan sepenuhnya
kepada Tuhan. Bagaimana maunya
Tuhan saja.
Apa
yang saya pikirkan selama berbaring di rumah sakit, tidak pernah saya utarakan
kepada siapapun. Termasuk kepada
Majelis Jemaat dan jemaat lainnya yang secara bergantian membesuk saya.
Saya selalu menguatkan hati saya bahwa Tuhan pasti menolong.
Pada saat saya sembuh dan diijinkan untuk
pulang, saya berusaha mengetahui berapa biaya yang harus saya bayarkan dengan
mencoba bertanya pada bagian administrasi.
Sungguh di luar dugaan, semua biaya perawatan saya telah dilunasi oleh
seseorang yang sampai sekarang saya tidak kenal orangnya.
Sesaat saya tertegun dan mulut saya berkata, “Tuhan saya itu dahsyat.”