Jumat, 09 Juni 2006

HASRAT SEJATI

“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.”

Mazmur 42:2

 

Besok, kebaktian sektornya jam berapa?” tanya Petrus kepada Robby. “Wah, sorry ngga tau. Ditambah lagi, sepertinya saya ngga bisa ikut kebaktian sektor karena harus ke luar kota” jawab Robby.  “Kalau begitu, saya malas kebaktian ah. Habis kamu ngga ada” kata Petrus.

Dialog di atas menggambarkan betapa kebaktian hanya dianggap sebagai tempat untuk kumpul-kumpul saja.  Ada kecenderungan beberapa warga jemaat ketika menghadiri kebaktian, di mana motivasi untuk beribadah bukan lagi sebagai suatu kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan.  Tetapi, dianggap sebagai rutinitas semata demi menghargai gembala sidang atau rekan-rekan jemaat lainya.

Sikap dalam menghadiri sebuah kebaktian, tidaklah sama seperti menghadiri pertemuan RT atau RW.  Menghadiri sebuah kebaktian, harus diawali oleh kerinduan yang dalam untuk bersekutu dengan Tuhan dan juga dengan sesama warga jemaat.  Lebih dari itu, kita harus merasa haus akan kebenaran Firman Tuhan.  Karena orang yang haus, pasti akan berusaha untuk mencari air.  Dan ketika air ia temukan dan meminumnya, ia akan merasakan kelegaan yang luar biasa.  Hal ini berbeda dengan orang yang tidak memiliki kerinduan.  Ibadah hanya dijadikan sebagai wujud menjalankan kewajiban sebagai umat Kristiani. (Ponti Joe)