Kamis, 08 Juni 2006

GANJARAN  TUHAN

“Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata Tuhan,
sebab itu Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya.”

Hakim-Hakim 13:1

 

Di dalam sebuah kelas sekolah minggu, seorang guru menanyakan kepada anak-anak tentang pandangan mereka tentang orang tua mereka sendiri.  Rata-rata, para anak menjawab bahwa orang tua mereka sayang kepada mereka.  Alasannya, di samping orang tua mereka mengabulkan segala permintaan mereka, orang tua mereka juga selalu memanjakan mereka meskipun mereka berbuat salah.  Tetapi seorang anak berkata bahwa ayahnya tidak sayang kepada dia.  Seringkali ayahnya memarahi dan bahkan memukulinya jika ia berbuat salah. Ia berkata bahwa ayahnya jahat.

Benarkah apa yang dikatakan anak tersebut bahwa ayahnya tidak sayang kepada dia hanya karena alasan ayahnya suka memarahi dan memukulinya kalau ia berbuat salah?

Kalau kita memperhatikan sikap Allah kepada bangsa Israel, maka dari sana kita akan belajar banyak.  Israel adalah milik kepunyaan  dan kesayangan Tuhan.  Tuhan selalu memelihara dan menjaga mereka.  Tetapi, apabila mereka berbuat salah, Tuhan juga tidak segan-segan untuk menjatuhkan hukuman bagi mereka.  Ada banyak bentuk hukuman Tuhan untuk mendidik umatNya.  Salah satunya, menyerahkan mereka dalam tangan musuh mereka.

Hukuman Tuhan kepada bangsa Israel bukanlah sebuah pertanda bahwa Tuhan tidak menyayangi mereka. Tuhan selalu menyayangi mereka, tetapi dosa selalu diganjar dan dihukum oleh Tuhan.

Dalam pengiringan kita kepada Tuhan, seringkali Tuhan mengganjar kita oleh karena dosa-dosa kita.  Itu berarti, Tuhan sangat memperhatikan kita.  Kita harus ingat, Tuhan memang menyayangi kita, tetapi Tuhan  juga benci kepada dosa-dosa kita.  Jadi, hukuman Tuhan, bukanlah ekspresi ketidaksukaan Tuhan kepada kita, tetapi hukuman Tuhan sebagai salah satu bentuk kepedulian Tuhan kepada kita (AM).