Sabtu, 03 Juni 2006
TUHAN SATU-SATUNYA PENCIPTA
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”
Setiap suku dan setiap daerah, tentu saja
memiliki cerita tentang asal mula segala sesuatu. Ada daerah yang mempercayai bahwa segala sesuatu di dunia ini
diciptakan oleh seorang oknum yang memiliki pribadi yang dikenal dengan sebutan
dewa. Kemudian, untuk lebih
memberikan penekanan keyakinan terhadap dewa tersebut maka dibentuk dalam satu
sosok yang bisa dilihat. Maka jadilah
dewa itu dalam bentuk batu, kayu, emas, perak, perunggu, besi dan lain
sebagainya. Dan itu dibuat oleh
tangan manusia yang kemudian dijadikan sesembahan.
Aneh dan lucu memang. Karena
bagaimana mungkin buatan tangan manusia, dijadikan sebagai tuhan bagi manusia
itu sendiri.
Ada perbedaan mendasar sebenarnya antara tuhan
yang dipercayai oleh beberapa daerah dengan Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab.
Dewa, sebenarnya tercipta dari hasil pemikiran manusia. Sedangkan
Tuhan yang ada di Alkitab adalah sebuah pribadi yang tidak dapat dijangkau oleh
pemikiran manusia sebelum Tuhan itu sendiri menyatakan diriNya kepada manusia.
Alkitab memberikan penjelasan bagi kita bahwa
Allah adalah pencipta langit dan bumi. Dan
itu berarti segala sesuatu yang ada di dalamnya juga turut diciptakan oleh
Tuhan. Karena Tuhan yang
menciptakan segala sesuatu, maka selayaknyalah manusia yang merupakan bagian
dari ciptaan Tuhan, memuliakan dan menyembah Dia.
Kalau Tuhan dapat menciptakan langit dan bumi beserta isinya, maka Ia
juga dapat memperbaiki setiap kerusakan yang dialami oleh ciptaanNya.