Jumat, 02 Juni 2006

YANG TERBAIK

“Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian
kepada Tuhan, hendaklah persembahan itu tepung yang terbaik dan ia harus
menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan ke atasnya.”

Imamat 2:1

 

Pada zaman Perjanjian Lama, pemberian persembahan berupa korban merupakan sesuatu keharusan sebagai bentuk rasa hormat dan ketaatan kepada Tuhan.  Beberapa persembahan korban yang dilakukan pada zaman itu seperti: korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, korban penghapus dosa dan korban penebus salah.

Dari semua korban yang dibawa sebagai persembahan kepada Tuhan, satu catatan yang tidak boleh dilupakan oleh si pembawa persembahan adalah bahwa korban persembahannya harus yang terbaik.

Dalam kehidupan keseharian kita juga, Tuhan menuntut kita untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki ketika yang kita miliki itu kita berikan sebagai korban persembahan kepada Tuhan.  Misalkan, kita memberikan sesuatu sebagai persembahan di gereja yang kita jadikan sebagai rumah Tuhan.  Pemberian kita seharusnya yang terbaik.  Tetapi, kebanyakan anak-anak Tuhan, ketika memberikan persembahan dalam bentuk apa saja, selalu yang diberikan itu sisanya atau bahkan bekasnya.  Lalu ada yang berdalih, kan Tuhan tidak melihat persembahannya?  Yang dilihat Tuhan kan hati?  Alasan ini tidaklah salah, tetapi, lebih baik lagi, kalau persembahan yang diberikan itu yang terbaik dan dengan hati yang baik.

Saudara, biarlah kita selalu memberi yang terbaik kepada Tuhan.  Karena dengan demikian, Tuhan juga akan selalu memberikan yang terbaik kepada kita.(AM).