Kamis, 01 Juni 2006
MENJADI MURID KRISTUS
“Barangsiapa
tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi muridKu.”
Lukas
14:27
Seorang anak kecil berkata kepada ibunya, “Ma,
saya tidak mau lagi sekolah !” Ibunya
bertanya: “memangnya kenapa?”. Si
anak lalu berkata: “di sekolah peraturannya banyak sekali. Yang ini ngga boleh, yang itu ngga boleh.
Apa-apa ngga boleh.” Lalu
ibunya menasehatkan dia bahwa kalau ingin menjadi murid sebuah sekolah, maka ia
wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku di sekolah tersebut.
Termasuk patuh terhadap gurunya.
Dalam hal percaya kepada Yesus, ada
konsekuensi lain yang harus dijalani oleh orang percaya yaitu memikul salib dan
mengikut Yesus. Salib yang dipikul,
bukanlah salib Kristus. Karena
mustahil bagi seorang manusia untuk memikul salib Kristus. Tetapi salib yang dipikul adalah salib diri sendiri.
Salib itu bisa berupa penderitaan, kekurangan, fitnah, penganiayaan, dan
berbagai bentuk lain yang dirasa sebagai beban.
Pada saat memikul salib sendiri, seseorang
harus mengikuti pola Kristus dalam hal memikul salibNya.
Yesus merasakan kegetiran yang luar biasa ketika Ia memanggul salibNya.
Namun demikian, hati dan pikiranNya tetap tertuju kepada Allah.
Hal yang sama juga harus dapat kita terapkan dalam kehidupan kita.
Sekalipun kita mengalami berbagai kesulitan hidup yang membuat kita
menderita, jangan pernah berpaling dari Yesus. Yakinlah
bahwa segala sesuatu pasti ada akhirnya dan teladanilah cara Kristus. (DJD)