Jumat, 26 Mei 2006

Nats hari ini : I Petrus  3:8-13

 

KELIMPAHAN

Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara,
penyayang dan rendah hati
(I Petrus  3:8)

 

Kita patut mengucap syukur kepada Tuhan, dulu kita miskin, buta dan telanjang. Karena kesalahan kita, kita hidup dalam kemiskinan. Kita hidup dalam dosa, berbohong, mengumpat, menipu, egois, memberontak, serakah, sehingga kita menderita dengan perbuatan itu. Tidak memiliki harga diri, dan terkadang sombong dan kita jatuh bangun dalam hidup ini. Tetapi tidakkah saat ini kita bersyukur, Tuhan rela mati bagi kita dan membuat hidup kita sekarang berbeda. Berbeda dalam arti yang lain kita menjadi kaya dalam banyak hal. Dulu kita miskin pengampunan, tetapi sekarang kita kaya dalam mengampuni. Dulu kita egois, memikirkan diri sendiri, tetapi sekarang kita menjadi kaya dalam memberi bagi kebutuhan orang lain. Lewat karya Salib Tuhan kita juga belajar satu pandangan yang lain. Tuhan memanggil kita untuk mempraktekkan kasihNya kepada dunia. Di dunia ini masih banyak orang-orang yang miskin.

Ada anak-anak jalanan yang dilahirkan dalam kemiskinan atau hidup di pinggir sungai, nyaris hanyut terbawa banjir yang tiap tahun datang. Orang tuanya tidak mampu berbuat banyak, untuk pindah dan beli rumah mustahil. Yesus sementara memanggil kita untuk mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri. Ayat tersebut tidak berkata kasihilah sesama orang Kristen saja, tetapi sangatalah jelas untuk sesama manusia.

Ingat kita diberkati untuk memberkati orang lain juga, sehingga lewat pemberian kita mereka yang miskin boleh menjadi kaya. Sehingga kita juga menjadi orang yang menggenapi Firman Tuhan dan semakin kaya. “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."