Selasa, 23 Mei 2006

Nats hari ini : Wahyu 3:17-22

 

MEMBELI EMAS MURNI

maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
( Wahyu 3:18)

 

Jemaat di Laodikia bisa disebut jemaat yang paling buruk sebab jemaat ini ditegur sangat keras oleh Tuhan tanpa ada sedikitpun pujian. Jemaat ini kaya secara materi dan tidak kekurangan apapun tetapi kekayaan materi tersebut tidak diimbangi oleh kerohanian mereka sehingga Tuhan menyebut mereka miskin, telanjang dan melarat. Tetapi walaupun begitu, Tuhan tetap mengasihi jemaat ini sehingga Dia berkata barangsiapa Kukasihi, ia Kuhajar dan Kutegor. Tuhan memerintahkan jemaat ini untuk bertobat dan membeli emas murni dan pakaian putih agar mereka menjadi kaya dan tidak telanjang. Emas murni yang dimaksud disini tentunya bukan emas murni secara fisik sebab jemaat di Laodikia sudah kaya dalam hal materi.

Emas merupakan logam mulia. Tidak seperti logam lain, emas itu merupakan logam yang mempunyai kadar karat tertentu. Jika kita memiliki sebuah cincin emas berkadar 14 karat maka itu berarti 14 dari 24 bagiannya adalah emas. Jadi sebuah cincin emas yang memiliki kadar 14 karat berarti hanya 60 persen saja yang berupa emas, 40 persen sisanya logam lain. Cincin emas 14 karat itu hampir mirip dengan emas murni tetapi sebenarnya bukan emas murni sebab ada campuran logam lain di dalamnya. Kita tidak akan dapat melihat kotoran-kotoran (logam lain) dalam emas itu kecuali emas tersebut dibakar dalam perapian yang sangat panas.

Sama seperti jemaat di Laodikia, kita perlu membeli emas murni dari Tuhan sehingga kita menjadi kaya secara rohani. Biarlah api pengujian itu membakar dan memurnikan hidup kita sehingga dunia dapat melihat dengan nyata kehidupan Kristus dalam diri kita.