Senin, 22 Mei 2006

Nats hari ini : Kolose 1:1-2

 

SALAM PEMBUKA

kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.
( Kolose 1:2 )

 

Ketika kita membaca sebuah surat, bagian manakah yang menjadi perhatian utama: salam pembuka, isi surat, ataukah salam penutup? Kita cenderung mengabaikan salam pembuka dan penutup karena seringkali hanya berfungsi sebagai pelengkap surat. Berbeda halnya dengan salam pembuka surat Paulus kepada jemaat Kolose. Bagian ini penting kita simak untuk mengenal siapa pengirim dan penerima surat.

Paulus tidak mengenal dekat jemaat Kolose, namun ia ingin menjalin relasi persaudaraan Kristen dengan mereka. Seperti biasanya, ia mengawali suratnya dengan memperkenalkan dirinya (ay 1) dan bagaimana pengenalannya akan jemaat Kolose (ay 2). Melalui identitasnya Paulus ingin menegaskan bahwa ia tidak memiliki otoritas atas dirinya sendiri tetapi Allah yang telah memanggilnya menjadi rasul. Ia melayani-Nya karena ia jelas akan panggilan Allah. Demikianlah seharusnya setiap Kristen dalam kehidupan kekristenannya, meneladani Paulus yang menggumuli panggilan hidupnya sebagai hamba Allah pada masing-masing profesinya.

Paulus menyebut jemaat sebagai saudara-saudara yang kudus untuk menunjukkan adanya suatu relasi persahabatan dan persaudaraan yang terjalin dalam komunitas Kristen, karena relasi ini hanya mungkin terjadi di dalam jemaat yang telah percaya dan diperbaharui di dalam Yesus Kristus. Relasi persaudaraan di dalam Tuhan tidak terbatas pada pertemuan fisik, tetapi bagaimana setiap anak Tuhan dipersatukan oleh kasih Kristus, di mana pun masing-masing berada.

Berakar dari kasih Kristus yang mempersatukan. Marilah kita mempererat persaudaraan dengan saudara seiman yang kita kenal saat ini!