Jumat,
19 Mei 2006
Nats hari ini :
Matius 24:45-51
TIBA – TIBA
Berbahagialah hamba yang
didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
( Matius 24:46 )
Kepergian
sang tuan dalam kurun waktu yang tidak terbatas dapat memunculkan dua sikap
dalam diri hamba yang ditinggalkannya. Bila hamba itu setia, ia akan menghargai
kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan oleh tuannya. Waktu yang ada
betul-betul dipakai dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab untuk menghasilkan
karya yang menyenangkan hati tuannya. Ketika tuannya datang, hamba ini dapat
memperlihatkan hasil kerja yang optimal. Tuannya pun sangat menghargai jerih
lelahnya dan memberikan pahala kepadanya. Ia naik pangkat dan menjadi orang
kepercayaan tuannya.
Sebaliknya
bila hamba itu jahat, ia akan bersikap lalai, meremehkan waktu, dan mengerjakan
hal-hal yang jahat. Waktu yang ada disia-siakan dan tugas yang dipercayakan
kepadanya tidak dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Firman Tuhan
menyatakan dengan jelas bahwa ketika tuannya kembali, hukuman bagi hamba yang
jahat pasti akan dijatuhkan. Ia akan mengalami kesengsaraan dan penderitaan.
Jumlah
waktu yang sama dimiliki oleh setiap manusia. Tidak
ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Waktu terus berjalan maju, tak ada
yang dapat menunda. Suatu ketika waktu ini akan habis. Dalam kurun waktu ini
Tuhan Yesus mempercayakan tugas kepada murid-murid-Nya. Ia ingin agar waktu yang
diberikan dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas-tugas yang telah
dipercayakan-Nya. Suatu hari Ia pasti datang kembali dan menuntut
pertanggungjawaban dari hamba-hamba-Nya. Hamba yang setia diberikan pahala,
sedangkan hamba yang jahat akan dihukum dalam penderitaan.