Selasa,
16 Mei 2006
Nats hari ini :
Yehezkiel 15
HIDUP YANG BERBUAH
Lihat, sedangkan waktu ia masih
utuh, tidak dipakai untuk sesuatu,
apalagi sesudah dimakan api dan terbakar; apakah masih dapat lagi dipakai untuk
sesuatu?
( Yehezkiel 15: 5 )
Firman
Allah yang datang kepada Yehezkiel dibuka dengan gambaran tentang pohon anggur
yang tidak berbuah yang hanya dapat dipakai sebagai kayu bakar (ayat 1-5).
Gambaran itu dipakai oleh Allah untuk menggambarkan keadaan Yehuda yang masih
ada di Yerusalem (ay 6-8). Inilah gambaran yang sangat memprihatinkan tentang
Yehuda. Dengan kata lain firman Allah kepada Yehezkiel menyatakan keadaan Yehuda
yang sudah tidak berpengharapan. Mengapa demikian?
Jika
Allah sendiri yang sudah berketetapan untuk menghabisi Yehuda seperti seorang
pemilik kebun anggur terhadap anggurnya yang tidak berbuah, siapa lagi yang akan
diandalkan oleh Yehuda sebagai tempat pertolongan? Ke mana lagi mereka akan
mengadu? Jika Allah sudah tidak berpihak kepadanya, apa yang dapat diharapkan?
Namun
apa tujuan Allah bertindak demikian? Allah mau supaya umat-Nya sungguh memahami
bahwa Allah adalah TUHAN. Tidak ada pengharapan selain di dalam Dia.
Berpengharapan kepada allah-allah lain sama dengan mendatangkan kehancuran
kepada diri sendiri dan masyarakat (ay 8). Berpengharapan kepada Allah
mendatangkan kehidupan bagi diri sendiri maupun masyarakat.