Sabtu,
06 Mei 2006
Nats hari ini : Mazmur 82
LUPA
DIRI
Berilah keadilan kepada orang
yang lemah dan kepada anak yatim,
belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!
( Mazmur 82:3 )
Mazmur
82 berbicara mengenai para hakim yang lupa diri. Ketika mazmur ini ditulis, para
hakim tidak hanya menjalankan tugas yudikatif (hukum), tapi juga eksekutif
(pemerintahan) dan legislatif (pembuat undang-undang). Mereka harus memerintah
dengan adil dan menghukum kejahatan (Ul. 25:1). Namun, pada kenyataannya, ada
hakim yang justru memutarbalikkan kebenaran dan membela kelaliman (ay 2).
Bagaimana mungkin mereka dapat membela kaum tertindas dan lemah (ay 3-4) jika
mereka tidak mengenal hikmat Allah dan tidak berjalan dalam kesucian (ay 5)?
Itulah
sebabnya kita melihat Allah berdiri di hadapan para "allah" untuk
menghakimi mereka. Istilah "allah" dengan huruf kecil bukan merupakan
suatu pujian untuk status para hakim yang seakan-akan menjadi wakil Allah, namun
merupakan sindiran yang keras. Mereka adalah orang-orang yang mengangkat diri
menjadi allah-allah palsu. Kepada orang-orang yang congkak dan lupa diri inilah,
Allah akan menumpahkan gemas-Nya (ay 7). Di dalam "kebesaran", mereka
akan dihempaskan, karena wewenang telah disalahgunakan.
Mazmur
ini ditutup dengan suatu permohonan pada Allah agar Ia segera mengulurkan
tangan-Nya, membela kaum papa, dan menghajar para pemimpin yang sewenang-wenang.
Ini adalah suatu pernyataan iman bahwa Allah tidak pernah menutup mata terhadap
segala kejahatan dan penyimpangan. Ia adalah Hakim yang adil.